Carica. Buah Sinergi yang Manis antara Wisata, Kuliner dan UKM

Rabu, 01 April 2015
Carica, si Pepaya Mungil kuliner khas wisata Dieng ini kini banyak dimanfaatkan untuk diolah dan dijual oleh banyak Industri rumah tangga yang ada di Dieng dan sekitarnya. Ini adalah kabar gembira sekaligus berkah sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat di Desa Dieng yang selama ini kebanyakan menggantungkan hidupnya dari pertaninan Kentang.

Potensi Buah Carica yang banyak menumbuhkan UKM-UKM baru di Dieng memang berbanding lurus dengan kian ramainya kunjungan ke Wisata Dieng.  Pemasaran Carica  yang bisa diolah sebagai bahan minuman maupun makanan kemasan ini pun kian merambah ke berbagai kota-kota besar baik di Pulau Jawa maupun luar pulau jawa, bahkan kini mulai di ekspor ke Pasar Malaysia.

Carica biasa diolah sebagai manisan atau minuman sirup dalam kemasan. Harga Carica Kemasan antara 10ribu hingga 20 ribu perkemasan tergantung besar kecil dan banyaknya isi kemasan.
Sebenarnya Carica pun bisa  dimakan langsung tanpa di olah. Rasanya yang manis-manis asam segar cocok untuk penghilang dahaga.

Sejauh ini Carica masih merupakan tanaman selingan yang biasanya ditanam di tepi lahan kentang atau di tanah pekarangan yang tidak terpakai. Meski begitu, Dieng tidak pernah kekurangan Suplai Carica mengingat sifat tanaman ini yang mudah tumbuh dimana saja dan cepat berbuah.

Usaha-usaha Pengolahan Carica sejauh ini masih berbentuk usaha rumahan sehingga jumlah yang bisa diproduksi tiap harinya masih terbatas. Awalnya sistem pemasarannya Carica masih secara tradisional dengan dijajakan di warung-warung atau pusat oleh-oleh yang ada di daerah Dieng dan sekitarnya namun kini pengusaha Carica mulai menerima permintaan stok besar untuk Supermarket di beberapa kota serta untuk di Expor.
sumber gambar